Home / Artikel / Memilih dan Mengolah Kikil

Memilih dan Mengolah Kikil

Posted in : Artikel, tips on by : Retno Pancaningrum Tags: , , , , , ,

Bagi sebagian orang kikil adalah sajian yang sangat digemari. Teksturnya yang empuk dan dapat menyerap bumbu dengan baik sehingga rasanya sangat istimewa. Namun tahukan bagaimana cara memilih dan mengolah kikil yang baik dan benar? Nah, tips berikut wajib untuk disimak.

Sahabatdapur.com – Lezatnya sate kikil atau oseng-oseng kikil yang tersaji dengan sepiring nasi putih hangat merupakan sajian yang tak bisa dilewatkan begitu saja. Kikil juga menjadi pelengkap dalam semangkuk soto mi yang hangat dan nikmat disantap kala musin hujan seperti sekarang ini. Sangat penting kiranya dapat memilih kikil yang baik untuk disajikan dalam berbagai olahan.

Warnanya
Pertama kali belanja ke pasar tradisional atau pasar swalayan pertama kali adalah melihat warna kikil yang akan digunakan. Warna kikil yang kekuningan cerah sedikit putih adalah kikil yang baik untuk dipilih. Warna kekuningan biasanya akan muncul saat kulit sapi dibersihkan dari sisa-sisa bulu pada waktu proses pengolahan kikil. Proses ini biasanya dilakukan dengan cara mencelupkan dalam air panas atau membakarnya untuk menghilangkan buku-buku halusnya.

Aromanya
Cium aroma kikil yang khas atau aroma sapi bukan aroma obat pengawet seperti formalin. Jika tercium aroma bahan kimia atau aroma seperti karet sebaiknya tidak dibeli. Jangan ragu untuk banting setir mengolah bahan yang lain jika tak menemukan kikil yang segar.

Teksturnya
Tekstur kikil yang wajar adalah kenyal tidak terlalu lembek ataupun kaku. Pastikan Anda untuk berani memeriksa atau memegangnya. Dengan sedikit memencet atau menekannya pasti anda dapat mimilih dengan baik. Jangan mudah percaya dengan pedagang yang menyatakan bahwa kikil yang dijualnya bagus. Kikil yang mulai berlendir sebaiknya juga dihindari. Kikil yang seperti ini biasanya sudah tidak layak konsumsi. Jika terdapat dua pilihan kikil yang tebal dan tipis lebih baik anda memilih kikil yang tebal.

Beda Kikil Sapi dan Kikil Babi
Tidak sulit untuk membedakan kikil dari kulit sapi atau kulit babi. Diantaranya adalah kikil babi memiliki tingkat ketebalan yang lebih jika dibandingkan dengan kikil sapi. Satu lagi yang paling menyolok adalah titik-titik kulit babi yang sangat khas. Jika terdapat tiga buah titik yang saling berdekatan sudah dapat dipastikan bahwa itu adalah kikil dari kulit babi.

Kikil yang sudah kita pilih dapat diolah dengan cara mencucinya terlebih dahulu dan merebusnya dengan bumbu rempah seperti jahe, daun salam, dan serai yang sudah dimemarkan. Bumbu ini selain memberikan aroma yang harum pada masakan juga menyamarkan aroma kikil. Air rebusan kikil sebaiknya tidak digunakan untuk dijadikan kaldu. Kaldu sebaiknya menggunakan tulang sapi karena akan terlihat lebih bening. (RPN/Dari berbagai sumber)

Foto: mudase.market

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *