Home / Artikel / Mengenal Jenis Cabai di Indonesia

Mengenal Jenis Cabai di Indonesia

Posted in : Artikel on by : Retno Pancaningrum Tags: , , , ,

Masakan Indonesia tidak bisa lepas dari cabai sebagai sumber rasa pedas dalam hidangan. Yuk mengenal jenis-jenis cabai yang ada di Indonesia agar rasa masakan lebih maksimal.

Sahabatdapur.com – Dengan mengenal jenis cabai yang ada di Indonesia kita bisa tahu kandungan yang ada di dalamnya. Salah satunya adalah kandungan Kapsaisin yang memicu rasa pedas. Kapsaisin merupakan zat nonpolar yang tidak dapat dicampur dengan air. Itulah mengapa saat kepedasan tidak bisa dihilangkan dengan minum air.

Cara yang baik untuk menghilangkannya adalah dengan mengonsumsi minuman atau makanan yang mengandung minyak atau lemak seperti susu. Setelah tahu mengatasi rasa pedas, kita bisa dengan tenang menikmati hidangan pedas.

Cabai Besar

Cabai ini memiliki panjang 10 sampai 15 cm dengan diameter 2-3 cm. Berkulit tebal dan tidak terlalu pedas. Jika sudah matang memiliki warna merah terang. Cabai merah besar sering digunakan dalam membuat rendang.

Memiliki aroma sedikit langu. Untuk itulah kenapa cabai ini jarang digunakan mentah, dengan dipanaskan berfungsi juga untuk menghilangkan aromanya. Cabai yang masih muda atau yang hijau sering juga digunakan sebagai bahan tumisan atau sambal lado mudo.

Cabai Keriting

Cabai ini memiliki bentuk yang lebih ramping jika dibandingkan dengan cabai merah besar. Sering digunakan sebagai bahan membuat sambal atau bumbu masakan yang lain. Sedikit lebih pedas dari cabai merah besar. Baik yang merah atau hijau sama-sama digunakan sebagai bumbu atau sambal.

Cabai Rawit

Cabai jenis ini lebih pedas jika dibandingkan dengan kedua cabai sebelumnya. Jenisnya pun ada beberapa macam. Jenis domba lebih besar buah menggatung ke bawah. Jika masih muda berwarna putih dan perlahan akan berubah oranye lalu merah terang.

Lain dengan jenis kathur, buah tumbuh ke atas berukuran lebih kecil merah tua keras padat bijinya. Jenis cabai jemprit lebih kecil dengan ujung runcing dan langsing, saat masih hijau sering digunakan untuk acar. Jika matang berwarna merah kehitaman. Cabai ini memiliki rasa yang lebih pedas jika dibandingkan dengan jenis cabai domba ataupun cabai kathur.

Cabai Gendot

Jenis cabai rawit ini disebut gendot atau gendol, memiliki bentuk yang lebih gendut dan besar. Rasanya juga lebih pedas dari jenis cabai rawit lainnya. Warnanya sangat bervariasi mulai dari hijau, kuning, oranye, sampai merah terang. Cabai ini banyak terdapat di daerah dataran tinggi seperti Dieng atau Lembang.

Cabai Jawa

Jenis cabai yang satu ini memang bukan dari keluarga Capsicum annuum, namun masuk keluarga sirih-sirihan atau Piperaceae. Walau demikian cabai jawa juga memiliki rasa yang pedas. Cabai ini sering digunakan sebagai bumbu rempah. (RPN/ dari berbagai sumber)

FOTO: PICTOKON.NET

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *